

Ini post pertamaku setelah ngapus semua post-post sebelumnya yang aku anggap ga menarik dibaca. Postku yang ini dijamin sangat menarik dan penting untuk orang-orang tahu.
Anak, aku termasuk di dalam kelas itu. Alangkah senangnya kita bisa bermain, berkutat dengan komputer dan mendapatkan semua sesuai dengan hak yang kita punya dengan memfungsikannya seoptimal mungkin. Tapi di sisi lain ada sebagian kelompok anak yang menyalah gunakan hak yang mereka punya atau bahkan tidak bisa mendapatkan apa yang menjadi hak mereka. Mereka didiskriminasi, dieksploitasi atau diperlakukan kasar.
Sesungguhnya sekelompok anak itu bisa mendapatkan apa yang telah kita dapatkan. Semua bergantung pada pemerintah, seluruh masyarakat, dan tentunya anak tersebut masing-masing.
Pelajaran besar baru-baru ini aku dapat dari sebuah mimbar yang dihadiri oleh anak-anak dari berbagai daerah di provinsi Bali. Berdasar pada kondisi anak-anak di daerah mereka masing-masing, mereka beraspirasi untuk membela dan memperjuangkan hak mereka yang tentunya merupakan hak kita juga, HAK ANAK INDONESIA. Aspirasi-aspirasi tersebut kemudian terangkum menjadi “SUARA ANAK BALI 2010” yang akan dibawa ke ajang tukar pikiran dalam ruang lingkup yang lebih luas oleh Duta Anak Bali terpilih yaitu Kongres Anak Indonesia.
Suara Anak Bali itu tidak semata-mata langsug tercetus, ada proses yang amat sangat panjang di dalamnya (lebai dkit. He ). Serius.
Mimbar Anak Bali IV/2010 dimulai pada hari Jumat, 18 Juni 2010 di Hotel Darma Wisata, Denpasar. Sebelum acara pembukaan kami wajib registrasi terlebih dahulu. Berhubung bawa banyak barang, jadi aku ke kamar dulu dee.. Singkat cerita (wkwk ), aku seranjang sama peserta dari tabanan, namanya Rii Saa, terus ada dua temen lagi di ranjang sebelahnya, Kak Indri dari Karangasem dan Kak Angga(cewe loo) dari Buleleng. Habis naruh barang-barang aku gabung sama peserta lainnya di ruang pertemuan. Udah dech, disana kita saling berkenalan. Habis pembukaan kita dapet pemberian materi masalah reproduksi remaja gitu, nyerempet-nyerempet juga ke maslah pergaulan anak yang semakin hari semakin ga terkontrol. Setelah pemberian materi I, kita istirahat makan sekitar 1 jam. Terus dilanjutkan ke pemberian materi II masalah rokok gitu dee. Wow.. semua peserta aktif saling bertanya dan berargumen. Aku berkesempatan ngomong sekali, selebihnya aku *ngon memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka semua cerdas, seru. Walaupun aku ga aktif bicara 100% karena merasa kurang berpengetahuan, tapi jelas aku akan belajar dari mereka untuk kesempatan kedua (wkwk). Kegiatan kemudian berakhir pada jam 5.
Istirahat lagi. Waktu dua jam aku gunain buat persiapan persentasi kabupaten sama Dhey dan Rusta. Brr, pada intinya aku pusing, ketidak samaan pendapat merajalela, tapi tetep, kita saling menghargai. Ya sudahlah, aku lanjutin dech *glalang-gliling di tempat tidur. Tepat pukul 7 malam kita makan bersama yang kemudian dilanjutin dengan persentasi. Tetep, suasana seru, persentasi dari setiap kabupaten keren-keren dengan selingan yel dan jargon mereka. Lalu bagaimanakah dengan persentasi kab. Bangli??. Iiih wow!! Masuk ruangan aja kita belum punya yel. Dan akhirnya acara persentasi selesai dengan kami sebagai penutup. Kesan… Bangli apa adanya, yang penting suara anak Bangli diperdengarkan, jauh dari sempurna (kawand”,kakak” .. maaph!!haha).
Owh iya, pada siang hari kita sempat diminta untuk memilih komisi apa yang kita inginkan. Dan pada akhir pertemuan di hari itu, diumumkanlah pada komisi apa kita ditempatkan. Aku ada di Komisi IV Partisipasi. Di sana aku disandingkan (haha) sama Kak Diah, Kak Dayu Manik, Kak Adiel, Kak Dewa, dan Kak Andri. Dengan Kk Diah sebagai koordinator komisinya. Hari itu juga dipilih Pimpinan Sidang. Kak Nara sebagai ketua, Kak Nandika sebagai sekretaris, dan Kak Bayu sebagai anggota. Setelah itu kita bubar ke kamar masing-masing. Aku tidur jam 1 pagi karena aku harus buat sebuah rangkuman (hikz :’( ).
Pada hari sabtu tanggal 19 Juni 2010, aku bangun jam empat pagi karena dituntut jadual olah raga pada jam lima. Satu, dua, tiga… iiih wow, tidur cuma tiga jam. Tapi gag apa lah. And than, karena situasi dan kondisi (hujan), kegiatan olah raga dibatalkan..hooorree.
Jam delapan makan pagi terus dilanjutkan dengan sidang komisi. Singkatnya, tersusunlah rekomendasi kami dari anak Komisi Partisipasi yang dipersentasikan setelah makan siang. Setelah acara persentasi peserta dapat pembekalan materi tentang public speaking. Terakhir pada penghujung sore itu, peserta dan panitia ngebagiin selebaran-selebaran geto dee.., seru gila… Aku punya kesimpulan, tapi kesimpulannya ga nyambung sama tema acara itu… deng deng deng deng… Ada juga warga Denpasar yang ga tertib lalu lintas. Gimana engga?? kita ngebagiin selebarannya di lampu merah, tapi setiap lampu merah nyala, motor dan mobil-mobilnya nerobos. Ckckckck, miris..
Jadual selanjutnya adalah Sidang Suara Anak pada jam delapan malam. Berhubung kita berkumpul sebelum waktu yang ditentukan, maka waktu yang kosong diisi dengan wejangan-wejangan dari kakak-kakak panitia. Sungguh mengharukan, detik-demi detik di sana semakin menyadarkan aku bahwa aku yang sekarang sangat belum ada apa-apanya dibanding mereka yang duduk di sekelilingku.
Sip lah, puncaknya, pada malam inilah perdebatan sampai pada rekomendasi apa yang akan kita (anak Bali/delegasi Provinso Bali) bawa ke Kongres Anak Indonesia. Tercetuslah delapan poin Suara Anak Bali.
Malam itu aku tidur lebih awal, sekitar jam sebelas, sedangkan teman-teman yang lain masih kuat ngobrol sampai jam satu. Mereka emang Oke dech..
Yups, ini cerita sudah sampai pada concludingnya. Hari Senin, 20 Juni 2010. Pembahasan kita adalah AD/ART dan GBHO FAD. Panjang dan gimana gitu (hehe).. Tapi di sela-sela ketegangan, ada hiburan juga. KTSP(Kita Samakan Persepsi), aliansi apa gto… Pendirinya Kak Bayu, Kak Ari, dan Kak Harum. Lucu banget, mereka punya slogan dan mars juga loo. Keren. Disamping lucu, ide-ide mereka sangat patut dipertimbangkan juga. Pokoknya seru, semua anak MAB cerdas, kecuali aku. Hehe
Sebelum penutupan, diumumin dech Duta Anak Persahabatan dan Duta Anak Dedikasi. Ada Kak Nandika sebagai Duta Anak Persahabatan dan Kak Dayu Manik sebagai Duta Anak Dedikasi. Congratulation yah kakak-kakak… Kalian hebat, temen-temen yang lain juga hebat. Owh iya, pemilihan Ketua FAD periode 2010/2011 juga dilaksanakan waktu itu. Terpilihlah Kak Wahyu dengan proses yang mengharukan pula.. hahaha… Congratulation !! Selamat selamat buat semua. Pertama kalinya aku berada di antara anak-anak yang luar biasa aktif seperti mereka. Ga tau dah kata-kata seperti apa yang pas untuk mereka. Tapi sumpah, aku sangat ingin seperti mereka.
Seharusnya pujian kan ada pada akhir cerita, tapi cerita belum ditutup udah keluar semua pujianku. Hmmm,Ahhmmmhh.....,Oke dech, acara penutupan. Semua kembali ke daerah asal dengan tanggung jawab sebagai Pengurus Harian Wilayah, melporkan hasil kegiatan ke Bapak Bupati dan sebagainya dan sebagainya yang dianggap penting.
Hikz , apa ya?? Begitu lah. Pengalaman yang menurutku paling merasuk di hati.