Sabtu, 02 April 2011

CANTIK TANPA BUDGET GEDE ALA SUKAWATI



Haii cewe*..,,nah yang satu ini penting loo buat kalian tau, buat cowo* juga penting sich, siapa tau kalian pengin nyenengin pacar kalian dengan ngasiiihh inie niii… J wkwk

Oke..,,….pertama kali yang bakal orang lihan dari diri kita adalah penampilan luar, ga mau kan kalau pertama kali ketemu orang,eeehh orang itu uda ilfeel sama kita L …. Maka dari itu kita harus menjaga penampilan luar kita tanpa lupa buat ngejaga yg da di dalam juga loooo,,eiiitts!! Hati maksudnya… Berikut ini adalah tips cantik dengan barang-barang PASAR SUKAWATI yang amat murah….. check it out!!

Selain wajah, penampilan luar apa lagi nieehh yang penting buat tampil cantik?? Yaaapp pakaian dan pernak-perniknya. Cantik itu ga selalu loo dari wajah, itu tu bisa ditutupin dengan penampilan kita yang rapi dan enak dilihat orang. Lagian, cantik itu relatif koo.. pasti ada orang yang nganggap kamu cantik (buat yang cewe), JANGAN TAKUT!!!!

Kita mulai dari pakaian yaa…,,kaos, kemeja ,rok celana, dress, mau panjang mau pendek, mau putih mau item, pink ,ungu, atau apalah. Tuu pilihan yang SUKAWATI sediain buat kita, naah yang Mee mau rekomendasikan adalah dressnya nie. Ada banyak banget model yang bisa kamu dapetin, dress pendek 5cm di atas lutut lucu nieh buat cewe* yang ga suka ribet, bagian bahunya juga ga terlalu lebar, jadi nyaman dari lirikan mata* jahil wkwkwkwk..,motifnya simple, ga terlalu waaah… Harganya muraaahh daah..,,CUMA Rp. 20.000. Murah banget kaan??, kayanya bra aja ga dapet segitu kalau di mall.

Wuuuiiii yang ini nie…,,sepanjang mata memandang gelang ada buaanyaak banget. Harganya mulai dari Rp 1000, semuanya unik tergantung dari selera dan pinternya kita milih* barang. Kalau pakai gelang itu ga musti cuma satuu, pakee ajaa lebih dari 5 biji di satu lengan and lengan satunya bisa pakai jam tangan…,,hmmmm…,,,kayanya lucu.

Satu lagi buat mempercantik baju, pakai kalung yaaa…!! Kalau kalung ga kalah banyaak di SUKAWATI…,,muraaaahh daaah pokoknya, warnanya lucu2, dan bahannya ada yang dari kayu, besi, tali, tulang, manik2 plastik, atau benang. Mee saranin niieeh buat beli yang bahannya dari tulang terus panjangnya sekitar 60cm. Jadi kalau dipakai ga terlalu panjang. Harganya Rp. 10.000 ajaa.. Satu lagi, jangan lupa sepatu bordir Sukawati. Hanya Rp. 20.000….

Jadi Gimana?? Uda ada bayagan kaan buat gaya tapi kantong tetep isi??… Yang mau main ke Bali jangan lupa belii yang buuuaanyaaakk yaahh… di PASAR SENI SUKAWATI…,, Tapi hati-hati !!!…jangan ketipu pedagang! Ayoo jadi cewe pinter yang bisa negosiasi harga. Hahahaha… kalu tawar menawar tuu bagi mee sich tantangan and permainan. Kalau makainya masih mikir-mikir.

Jumat, 01 April 2011

MAGIC ATTACK

“Woy tunggu!!” Teriakku sembari melambaikan tangan dan mengayuh kencang sepeda. Enam roda sepeda di depanku terus menggelinding semakin jauh, aku tak mau kalah, kakakku semakin kuat mengayuh. Tiba-tiba, “Byuuuuurr!!!” Tahi sapi menghalangi lintasan sepedaku yang melaju kencang, spontan setang sepeda membelok dan berakhirlah aku di sungai sisi kanan jalan setapak itu. “Ckiiitt!!” roda-roda sepeda di depanku ngepot, meledak tawa di antara mereka. “Weeeeeekk!! Sudah tiang bilang jangan ikut!! anak cewek itu ga seharusnya main di sawah” cibir Made kepada ku. “Ibu bilang Kakak harus ngikutin kemana kamu pergi. Sini! bantu Kakak mengangkat sepedanya dan kita pulang sama-sama!” Sambil memeras ujung kaosku yang basah, Made tersenyum dan mengayuh pelan sepedanya ke arah utara mengikuti dua sepeda di depannya. “Mau ke mana kamu? kembali!!!!” teriakku geram. “Mau ke hutan. Kata Suta, sungai di hutan banyak ikannya. Tiang mau mancing ke sana” Mendengar aku berteriak, kakaknya semakin lincah saja memutar pedal sepeda. Apa boleh buat, dengan keadaan lutut lecet dan badan lepek, aku biarkan adikku yang bandel itu pergi ke hutan bersama Suta dan Ketut. “Ku harap dia baik-baik saja” doaku dalam hati. Dengan pelan ku tuntun sepedaku pulang.

“Om Swastiastu!” Setelah Ibu menjawab, dengan lemas aku parkir sepedaku, masuk ke dalam rumah dan mengguyur tubuhku dengan air di kamar mandi.. Begitu aku keluar, Ibu berdiri di depan kamar mandi dengan tangan melipat di dada. “Mana adikmu? Ibu kira kamu pulang bersama dia” tanya Ibu dengan nada melengking. “Hm, maaf Mek! Tadi tiang bersamanya di sawah, tapi tiang nyemplung ke sungai, kemudian dia pergi ninggalin tiang. Hm..., dia ke hutan dekat sumber mata air yang ada di ujung timur desa.” Aku menunduk. “Sejak kapan?” tanya Mamak cemas. “Setengah jam, oh tidak-tidak. Satu jam, bukan. Hmmmn, kira-kira satu setengah jam yang lalu. Bersama Suta dan Ketut. Maaf Mek!” Menggeleng geleng mencari jawaban yang pasti dan tak lupa meminta maaf.

Tanpa kata, Ibu segera ke rumah Suta, dan memberitahukan kepada Bapak Suta bahwa anaknya tengah melakukan hal yang berbahaya. Bapak Suta pun segera pergi ke hutan. Satu jam kemudian, Suta digandeng Bapaknya dari arah selatan. Ibu berlari sambil menangis menanyakan keberadaan Made. Ternyata Made masih di sana. Ibu segera pulang menelfon Pak De. Kemudian Pak De datang, bersama tetangga dan Kakak, mereka berangkat ke hutan.

Aku sedih melihat Ibu terus menangis. “Bapak kamu sedang dinas di luar kota, kalau terjadi apa-apa, Mamak harus bilang apa?” Tersedu-sedu Ibu menangis. Terbesit di benakku fikiran-fikiran mengerikan tentang makhluk-makhluk gaib yang biasanya tinggal di hutan, memedi, leak, atau sejenisnya.”Idiih, ternyata makhluk-makhluk itu benar-benar ada. Mungkin karena orang-orang sekarang ga pernah memperhatikan keberadaan mereka, kemudian mereka bertingkah, membuat magic attacks. Serangan gaib. Iiii? hehehehe. Makhluk halus itu pinter banget yah? TNI sama makhluk halus kalau adu strategi, pasti makhluk halus yang menang hehehe. Tapi masalahnya adikku yang yang jadi korban. hiks” otakku tidak berhenti berfikir. Spontan bulu kudukku berdiri, dan badan merinding ketakutan kemudian ku peluk erat Ibu, “Mek, bagaimana kalau Made diculik memedi? Atau dijadikan tumbal, atau juga dimakan leak? hii serem”. “Huss, fikiran apa itu? Jangan ngomong gitu!” Kelihatan Ibu semakin takut dan memeluk erat tubuhku.

Dua jam setelah ketiga lelaki tua itu berangkat. Tetanggaku datang merangkul Pak De tanpa adikku. Kakak Pak De terluka, beliau duduk di ruang tamu sambil bercerita dan sesekali memejamkan mata kemudian berteriak karena lukanya dibersihkan ibu.. Beliau mencari Made di sepanjang sungai di hutan yang gelap. Beliau meneriakan nama Made, dan teriakan itu bergema di antara tebing-tebing dan rimbunan pohon. Ketika beliau melihat sekeliling sembari berteriak, kakaknya terpeleset di tebing yang licin. Untung saja beliau tidak tercebur ke sungai, karena dulu di sungai itu pernah ada orang yang meninggal karena tenggelam.

Sudah empat jam berlalu, Kakak belum kembali. Pak De, Ibu, tetangga, dan aku menunggu kedatangan Kakak, berharap Made ditemukan. Ibu terus meneteskan air mata hingga matanya membengkak. Tiba-tiba handphoneku berbunyi. “Halo! Mita, kita pergi jalan ke taman kota yuuk..!! Sore-sore gini kan asik” Ayu menelefon dengan nada seperti petasan. “Aaahh, kamu tidak tahu, adik tiang menghilang sejak lima jam yang lalu. Tiang takut dia disembunyikan memedi atau disantap leak” Menangis tersedu-sedu. “Hahahahaha, wkwkwkwk!!” Ayu tertawa terbahak-bahak. “Kenapa kamu tertawa disaat tiang bersedih?” Nadaku meninggi. “Woy! dari tadi siang dia berdiri di tengah petak sawah sambil menarik ulur layangannya. Gayanya udah seperti Petakut aja. Lagian ini kan sudah jadi agenda anak-anak sini, kalau ga latihan ke sanggar, main ke sawah, ya main layang-layang. Yang jelas mereka selalu bersama, tidak mungkin ada Memedi yang mau menyembunyikan adikmu. Dasar!! Ya sudah! Sampai jumpa! Setengah jam lagi tiang jemput kamu”. Senyumku mengembang, dan berteriak “Made sedang main layangan di sawah depan rumah Ayu”. Tiba-tiba Ibu memelukku dan melompat-lompat. Tapi kemudian lompatan itu terhenti. Ibu menepis senyumnya. “Bagaimana dengan Kakak?”. “Kakak? Kakak disembunyiin memedi!!hahahaha” Kami tertawa terbahak-bahak. Kemudian Kakak datang dengan lusuh dengan tubuh yang penuh dengan lumpur. Ujung hidungnya coklat, persis seperti badut. Tawa kami semakin lantang.

Sabtu, 10 Juli 2010

MAB IV/2010



Ini post pertamaku setelah ngapus semua post-post sebelumnya yang aku anggap ga menarik dibaca. Postku yang ini dijamin sangat menarik dan penting untuk orang-orang tahu.
Anak, aku termasuk di dalam kelas itu. Alangkah senangnya kita bisa bermain, berkutat dengan komputer dan mendapatkan semua sesuai dengan hak yang kita punya dengan memfungsikannya seoptimal mungkin. Tapi di sisi lain ada sebagian kelompok anak yang menyalah gunakan hak yang mereka punya atau bahkan tidak bisa mendapatkan apa yang menjadi hak mereka. Mereka didiskriminasi, dieksploitasi atau diperlakukan kasar.
Sesungguhnya sekelompok anak itu bisa mendapatkan apa yang telah kita dapatkan. Semua bergantung pada pemerintah, seluruh masyarakat, dan tentunya anak tersebut masing-masing.
Pelajaran besar baru-baru ini aku dapat dari sebuah mimbar yang dihadiri oleh anak-anak dari berbagai daerah di provinsi Bali. Berdasar pada kondisi anak-anak di daerah mereka masing-masing, mereka beraspirasi untuk membela dan memperjuangkan hak mereka yang tentunya merupakan hak kita juga, HAK ANAK INDONESIA. Aspirasi-aspirasi tersebut kemudian terangkum menjadi “SUARA ANAK BALI 2010” yang akan dibawa ke ajang tukar pikiran dalam ruang lingkup yang lebih luas oleh Duta Anak Bali terpilih yaitu Kongres Anak Indonesia.
Suara Anak Bali itu tidak semata-mata langsug tercetus, ada proses yang amat sangat panjang di dalamnya (lebai dkit. He ). Serius.
Mimbar Anak Bali IV/2010 dimulai pada hari Jumat, 18 Juni 2010 di Hotel Darma Wisata, Denpasar. Sebelum acara pembukaan kami wajib registrasi terlebih dahulu. Berhubung bawa banyak barang, jadi aku ke kamar dulu dee.. Singkat cerita (wkwk ), aku seranjang sama peserta dari tabanan, namanya Rii Saa, terus ada dua temen lagi di ranjang sebelahnya, Kak Indri dari Karangasem dan Kak Angga(cewe loo) dari Buleleng. Habis naruh barang-barang aku gabung sama peserta lainnya di ruang pertemuan. Udah dech, disana kita saling berkenalan. Habis pembukaan kita dapet pemberian materi masalah reproduksi remaja gitu, nyerempet-nyerempet juga ke maslah pergaulan anak yang semakin hari semakin ga terkontrol. Setelah pemberian materi I, kita istirahat makan sekitar 1 jam. Terus dilanjutkan ke pemberian materi II masalah rokok gitu dee. Wow.. semua peserta aktif saling bertanya dan berargumen. Aku berkesempatan ngomong sekali, selebihnya aku *ngon memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka semua cerdas, seru. Walaupun aku ga aktif bicara 100% karena merasa kurang berpengetahuan, tapi jelas aku akan belajar dari mereka untuk kesempatan kedua (wkwk). Kegiatan kemudian berakhir pada jam 5.
Istirahat lagi. Waktu dua jam aku gunain buat persiapan persentasi kabupaten sama Dhey dan Rusta. Brr, pada intinya aku pusing, ketidak samaan pendapat merajalela, tapi tetep, kita saling menghargai. Ya sudahlah, aku lanjutin dech *glalang-gliling di tempat tidur. Tepat pukul 7 malam kita makan bersama yang kemudian dilanjutin dengan persentasi. Tetep, suasana seru, persentasi dari setiap kabupaten keren-keren dengan selingan yel dan jargon mereka. Lalu bagaimanakah dengan persentasi kab. Bangli??. Iiih wow!! Masuk ruangan aja kita belum punya yel. Dan akhirnya acara persentasi selesai dengan kami sebagai penutup. Kesan… Bangli apa adanya, yang penting suara anak Bangli diperdengarkan, jauh dari sempurna (kawand”,kakak” .. maaph!!haha).
Owh iya, pada siang hari kita sempat diminta untuk memilih komisi apa yang kita inginkan. Dan pada akhir pertemuan di hari itu, diumumkanlah pada komisi apa kita ditempatkan. Aku ada di Komisi IV Partisipasi. Di sana aku disandingkan (haha) sama Kak Diah, Kak Dayu Manik, Kak Adiel, Kak Dewa, dan Kak Andri. Dengan Kk Diah sebagai koordinator komisinya. Hari itu juga dipilih Pimpinan Sidang. Kak Nara sebagai ketua, Kak Nandika sebagai sekretaris, dan Kak Bayu sebagai anggota. Setelah itu kita bubar ke kamar masing-masing. Aku tidur jam 1 pagi karena aku harus buat sebuah rangkuman (hikz :’( ).
Pada hari sabtu tanggal 19 Juni 2010, aku bangun jam empat pagi karena dituntut jadual olah raga pada jam lima. Satu, dua, tiga… iiih wow, tidur cuma tiga jam. Tapi gag apa lah. And than, karena situasi dan kondisi (hujan), kegiatan olah raga dibatalkan..hooorree.
Jam delapan makan pagi terus dilanjutkan dengan sidang komisi. Singkatnya, tersusunlah rekomendasi kami dari anak Komisi Partisipasi yang dipersentasikan setelah makan siang. Setelah acara persentasi peserta dapat pembekalan materi tentang public speaking. Terakhir pada penghujung sore itu, peserta dan panitia ngebagiin selebaran-selebaran geto dee.., seru gila… Aku punya kesimpulan, tapi kesimpulannya ga nyambung sama tema acara itu… deng deng deng deng… Ada juga warga Denpasar yang ga tertib lalu lintas. Gimana engga?? kita ngebagiin selebarannya di lampu merah, tapi setiap lampu merah nyala, motor dan mobil-mobilnya nerobos. Ckckckck, miris..
Jadual selanjutnya adalah Sidang Suara Anak pada jam delapan malam. Berhubung kita berkumpul sebelum waktu yang ditentukan, maka waktu yang kosong diisi dengan wejangan-wejangan dari kakak-kakak panitia. Sungguh mengharukan, detik-demi detik di sana semakin menyadarkan aku bahwa aku yang sekarang sangat belum ada apa-apanya dibanding mereka yang duduk di sekelilingku.
Sip lah, puncaknya, pada malam inilah perdebatan sampai pada rekomendasi apa yang akan kita (anak Bali/delegasi Provinso Bali) bawa ke Kongres Anak Indonesia. Tercetuslah delapan poin Suara Anak Bali.
Malam itu aku tidur lebih awal, sekitar jam sebelas, sedangkan teman-teman yang lain masih kuat ngobrol sampai jam satu. Mereka emang Oke dech..
Yups, ini cerita sudah sampai pada concludingnya. Hari Senin, 20 Juni 2010. Pembahasan kita adalah AD/ART dan GBHO FAD. Panjang dan gimana gitu (hehe).. Tapi di sela-sela ketegangan, ada hiburan juga. KTSP(Kita Samakan Persepsi), aliansi apa gto… Pendirinya Kak Bayu, Kak Ari, dan Kak Harum. Lucu banget, mereka punya slogan dan mars juga loo. Keren. Disamping lucu, ide-ide mereka sangat patut dipertimbangkan juga. Pokoknya seru, semua anak MAB cerdas, kecuali aku. Hehe
Sebelum penutupan, diumumin dech Duta Anak Persahabatan dan Duta Anak Dedikasi. Ada Kak Nandika sebagai Duta Anak Persahabatan dan Kak Dayu Manik sebagai Duta Anak Dedikasi. Congratulation yah kakak-kakak… Kalian hebat, temen-temen yang lain juga hebat. Owh iya, pemilihan Ketua FAD periode 2010/2011 juga dilaksanakan waktu itu. Terpilihlah Kak Wahyu dengan proses yang mengharukan pula.. hahaha… Congratulation !! Selamat selamat buat semua. Pertama kalinya aku berada di antara anak-anak yang luar biasa aktif seperti mereka. Ga tau dah kata-kata seperti apa yang pas untuk mereka. Tapi sumpah, aku sangat ingin seperti mereka.
Seharusnya pujian kan ada pada akhir cerita, tapi cerita belum ditutup udah keluar semua pujianku. Hmmm,Ahhmmmhh.....,Oke dech, acara penutupan. Semua kembali ke daerah asal dengan tanggung jawab sebagai Pengurus Harian Wilayah, melporkan hasil kegiatan ke Bapak Bupati dan sebagainya dan sebagainya yang dianggap penting.
Hikz , apa ya?? Begitu lah. Pengalaman yang menurutku paling merasuk di hati.